Efek Penyimpanan Pada Suhu Kamar dan Refrigerator Terhadap Kualitas Telur Ayam Setelah Pemberian Sinbiotik Akbisprop Dalam Ransum

angga musadiq, Nurliana Nurliana, Sugito Sugito

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas telur berdasarkan indeks kuning telur, indeks putih telur, dan nilai haugh unit, yang disimpan pada suhu kamar dan refrigerator pada ayam yang diberi sinbiotik AKBISprob 4%. Penelitian ini menggunakan 24 butir telur dari 12 ekor ayam petelur strainISA Brown periode layer berumur 16 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, faktor utama pemberian sinbiotik AKBISprob, faktor kedua penyimpanan pada suhu kamar dan refrigerator. Perlakuan P0 (telur dari ayam yang diberi pakan komensial 324-2R sebagai kontrol), P1(telur dari ayam yang diberi pakan sinbiotik AKBISprob 4% yang diberikan setiap hari), P2 (telur dari ayam yang diberi pakan sinbiotik AKBISprob 4% diberikan tiga hari sekali), P3 (telur dari ayam yang diberi pakan sinbiotik AKBISprob 4% yang diberikan lima hari sekali).Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pemberian sinbiotik AKBISprob 4% dan penyimpanan pada suhu kamar dan refrigerator tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap peningkatan indeks kuning telur, indeks putih telur, dan nilai haugh unit,  pemberian sinbiotik AKBISprob 4% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan indeks kuning telur, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap peningkatan indeks putih telur, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan nilaihaugh unit. Penyimpanan pada suhu kamar dan refrigerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas indeks kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit. Pemberian sinbiotik AKBISprob 4% dengan interval pemberian tiga hari sekali pada ayam dapat meningkatkan indeks kuning telur, dan nilai haugh unit.Penyimpanan telur pada refrigerator dapat mempertahankan kualitas telur lebih baik dibandingkan suhu kamar.

Abstract

 

The aim of this research is to find out the quality of eggs by egg yolk index, eeg white index, andvalue haugh unit, which were stored at room temperature and refrigerator, in chickens fed synbiotic AKBISprob 4%. This research took a sample of 24 eggs from 12 hens laying strain ISA Brown period was 16 months. The design was completely randomized factorial design, main factor was giving symbiotic AKBISprob, second factor was storage at room temperature and refrigerator. P0’s treatment (egg from chicken fed commercial 324-2R as control), P1 (egg from chicken fed synbiotic AKBISprob 4% were given every day), P2 (egg from chicken fed synbiotic AKBISprob 4% were given once three days), P3 (egg from chicken fed synbiotic AKBISprob 4% were given once five days). The results showed the interaction between the giving of symbiotic AKBISprob 4% and storage at room temperature and refrigerator had no significant effect (P>0,05) on increased of  egg yolk index, white egg index, and value haugh unit, giving synbiotic AKBISprob 4% had significant effect (P>0,01) on increased of index egg yolk, had no significant effect (P>0,05) on increased of index white egg, had significant effect (P<0,05) on increased value haugh unit. Storage at room temperature had very significant effect (P<0,01) on quality of egg yolk index, white egg index, and value haughunit. Giving synbiotic AKBISprob 4% with three-day intervals on the chicken could increase egg yolk index andvalue haugh unit. Egg storage on refrigerator could maintain the egg quality better than room temperature.


Full Text:

PDF

References


DARTAR PUSTAKA

Abdurahman, D. 2006. Biologi Kelompok Pertanian. Grafindo Media Pratama. Bandung.

Alfiyah, Y., K. Praseno, dan S.M. Mardiati. 2015. Indeks kuning telur (ikt) dan haugh unit (hu) telur itik lokal dari beberapa tempat budidaya itik di Jawa. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 23(20): 7-15.

Argo, L.B., Tristiarti, dan I. Mangisah. 2013. Kualitas fisik telur ayam arab petelur fase 1 dengan berbagai level Azolla Microphilla. J. Anim. Agricult. 2(1): 9-10.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2008. SNI 3926:2008 Telur Ayam Konsumsi. BSN, Jakarta.

Fotiadis, C.I., C.N. Stoidis, B.G. Spyropoulos., and E.D. Zografos. 2008. Role of probiotics, prebiotics and synbiotics in chemoprevention for colorectal cancer. World J. Gastroenterol. 14: 6453-6457.

Harmayanda, P.O.A., D. Rosyidi, dan O. Sjofjan. 2016. Evaluasi kualitas telur dari hasil pemberian beberapa jenis pakan komersial ayam petelur. J-PAL. 7(1):25-32.

Hartono, M., dan T. Kurtini. 2015. Pengaruh pemberian probiotik terhadap performa ayam petelur. J. Penelitian Pertanian Terapan. 15(3):214-219.

Hutajulu, W.L., dan Yunilas. 2007. Pengaruh pemberian tepung daun kelapa sawit yang difermentasi aspergillus niger terhadap karkas kelinci lokal jantan umur 16 minggu. J. Fakultas Petanian Universitas Sumatera Utara. 3(2):75-79.

Indrawan, I.G., I.M. Sukada, dan I.K. Suada. 2012. Kualitas telur dan pengetahuan masyarakat tentang penanganan telur di tingkat rumah tangga. Indonesia Medicus Vet. 1(5):607–620.

Jazil, N., A. Hintono, dan S.Mulyani. 2013. Penurunan kualitas telur ayam ras dengan intensitas warna coklat kerabang berbeda selama penyimpanan. J. Aplikasi teknologi pangan. 2(1): 43-47.

Mardiah, F.R. Zakaria, dan L.A. Asydhad. 2006. Makanan Antikanker. Kawan Pustaka, Jakarta.

Muis, H., I. Martaguri, dan Mirnawati. 2010. Teknologi Bioproses Ampas Kedelai Untuk Meningkatkan Daya Gunanya Sebagai Pakan Unggas. Laporan Penelitian Fundamental, Universitas Andalas, Padang.

Nurliana, Sugito, dan D. Masyitha. 2016. Pemberian Ampas Edelai dan Serat Buah Sawit yang Difermentasi Aspergilus niger dalam Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Petelur. Laporan Kemajuan. Penelitian Hibah Bersaing. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Nurliana, W. Sitti, dan M. Dian. 2015. Pemberian Ampas dan Serat Buah Sawit yang Difermentasi Aspergilus niger dalam Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Petelur. Laporan Penelitian. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Parameswari, F. 2012. Pengaruh Pemberian Campuran Ubi Jalar Merah dengan Ragi Tape Sebagai Sinbiotik Terhadap Performa dan Usus Ayam Broiler. Skripsi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pinsar, P.N. 2016. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Telur.http://petelur.com/faktor-yang-mempengaruhi-kualitas-telur/. (Diakses 27 november 2016)

Purnamasari, D.K., K.G. Wiryawan, Erwan, dan L.A. Paozan. 2015. Potensi limbah rajungan (Portunus pelagicus) sebagai pakan itik petelur. J. Peternakan Sriwijaya. 4 (1): 11-19.

Stadellman, W.J and O.J Cotteril. 1995. Egg Science and Technology. 4th Ed. The Avi Publishing Co. Inc. New York. Stated.

Sudaryani, T. 2003. Kualitas Telur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Supriyati, T. Pasaribu, H. Hamid, dan A. Sinurat. 1998. Fermentasi bungkil inti sawit secara substrat padat dengan menggunakan Aspergillus niger.J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 3(3): 165-170.

Swacita, I.B.N., dan I.P.S. Cipta. 2011. Pengaruh sistem peternakan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik. Buletin Veteriner Udayana. 3(2): 91-98.

Tafsin, M. 2007. Polisakarida mengandung mangan dari bungkil inti sawit sebagai anti mikroba salmonella thypimurium pada ayam. Media Peternakan. 30: 139-146.

Tan, T.C., K. Kanyarat and M. E. Azhar. 2012. Evaluation of functional properties of egg white obtained from pasteurized shell egg as ingredient in angel food cake. Int. Food Res. J. 19(1): 303-308.

Yuwanta, T. 2002. Telur dan Produksi Telur. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.3333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.