SURVEI PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIK RUMAH MAKAN DI KOTA BANDA ACEH TERHADAP KEHALALAN OLAHAN PANGAN ASAL HEWAN (Survey of Knowledge and the Attitude of Restaurant Owners in Banda Aceh Againts Halal Food Animal Origin)

Yusmadita Wulandari, Razali Razali, Ismail Ismail, Rosmaidar Rosmaidar, Fakhrurrazi Fakhrurrazi, T Fadrial Karmil

Abstract


Penelitian ini bertujuan menilai pengetahuan dan sikap pemilik rumah makan terhadap kehalalan olahan pangan asal hewan di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di beberapa rumah makan di Banda Aceh. Penelitian dilakukan dalam bentuk survei lapangan dengan mewawancarai responden menggunakan kuesioner terstruktur. Responden dipilih secara proporsional terhadap pemilik rumah makan di Banda Aceh.  Kriteria responden adalah beragama Islam, berumur ≥20 tahun, pemilik rumah makan di lokasi penelitian, rumah makan menjual olahan daging ayam, dan rumah makan dengan kebutuhan daging ayam >20 ekor/hari. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji korelasi. Hasil penelitian terhadap 45 responden menunjukkan bahwa persentase terbesar pengetahuan pemilik rumah makan terhadap kehalalan olahan pangan asal hewan di Kota Banda Aceh adalah sebesar 82,2%, yang memiliki kategori baik, sedangkan persentase terbesar dari sikap pemilik rumah makan terhadap kehalalan olahan pangan asal hewan di Kota Banda Aceh adalah sebesar 44,4%, yang memiliki kategori kurang. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,43 yang dapat dikategorikan memiliki hubungan sedang.

 

The aim of this study was to assess the knowledge and the attitude of restaurant owners to halal food processed of animal’s origin in Banda Aceh. This study was conducted on January 2017 in several restaurants in Banda Aceh by interviewing respondents using a structured questionnaire. The Respondents were selected proportionally. The Criteria of respondents were Moeslim, aged ≥ 20 years, restaurant owners which were in the study site, and a restaurant processed chicken meat and meal demand >20 carcass /day. The data were analyzed descriptively by using correlation test. As much as 45 respondents had been interviewed. The results showed that the largest percentage of  knowledge of restaurant owners on the halal processed was 82,2%. The percentage of restaurant owner attitudes towards halal processed was less of 44.4%. So that, correlation value categorized as medium (0,43).

Keyword : knowledge, attitude, restaurants owners, halal, animal food's origin


Full Text:

PDF

References


Aliman, N.K. dan M.N Othman. 2007. Purchasing local and foreign brands: what product attributes matter?. Proceedings of the 13th Asia Pasific Management Conference, Melbourne, Australia.

Amron, dan T. Imran. 2009. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada outlet telekomunikasi selular Kota Makassar. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia.

Atmadi, G. dan S.R.W. Widati. 2013. Strategi pemilihan media komunikasi LPPOM MUI dalam sosialisasi & promosi produk halal di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial. 2(2):87-97.

Bapebda. 2014. Statistic Banda Aceh. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banda Aceh, Banda Aceh.

Bonne, K. dan W. Verbeke. 2006. Muslim consumer’s motivations towards meat consumption in Belgium: qualitative exploratory insights from means-end chain analysis. http://aof.revues.org/document90.html. 29 Mei 2016.

Dirtjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2012. Daging Ayam Sumber Makanan Bergizi. Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta.

Girindra, A. 2006. Menjamin kehalalan dengan label halal. Persfektif Food Review Indonesia. 9(1):12-13.

Kemenag. 2010. Pedoman dan Tata Cara Pemotongan Hewan Secara Halal. Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta.

Kurniawan, G. 2010. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada PT. Kalimantan Steel (PT.Kalisco) Pontianak. Jurnal Ekonomi. 12(2): 41-58.

Martindah, E. dan R.A. Saptati. 2008. Kesehatan dan keamanan pangan produk hewani. Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII Dukungan Teknologi Untuk Meningkatkan Produk Pangan Hewani Dalam Rangka Pemenuhan Gizi Masyarakat. Bogor.

Ma’rifat, T.N., D. Ismoyiwati, dan J.N. Wikarta. 2015. Analisis perilaku konsumen dalam pembelian produk olahan ayam bersertifikat halal di Povinsi D.I Yogyakarta. Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Naional FKPT-TPI. 42-53.

MUI. 2009. Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal. Majelis Ulama Indonesia, Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.

Pettinger, C., M. Holdsworth, dan M. Gerber. 2004. Psycho-social influences on food choice in Southem France and Central England. Appetite. 42(3):307-316.

Qanum Aceh No.8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal.

Razali, D.W. Lukman, S. Agungpriyono, dan M. Sudarwanto. 2007. Penggunaan warna CIE L*a* b* sebagai salah satu metode penilaian warna daging ayam bangkai. Forum Pascasarjana. 3(30):237-244.

Razali, D.W. Lukman, S. Agungpriyono, dan M. Sudarwanto. 2007. Pengujian kualitas daging ayam bangkai ditinjau dari beberapa parameter nilai biologis. Forum Pascasarjana. 1(30):73-82.

Sari, A.I., A. Mulyadi, dan D. Afandi. 2015. Hubungan hygiene dan sanitasi pedagang dengan kontaminasi Salmonella pada daging ayam potong di pasar tradisional Pekanbaru. Jurnal Ilmu Lingkungan. 9(2): 173-182.

Simanjuntak, P. 2001. Pengantar Ekonomi Sumberdaya Manusia. Fakultas Ekonomi UI, Jakarta.

Soeparno. 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sudjana, N. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Cetakan ke-7. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i3.2909

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.