ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Pseudomonas aeruginosa PADA KASUS Ear mites KUCING DOMESTIK (Felis domesticus) DI KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH (Isolation and Identification Pseudomonas aeruginosa in the Case of Ear mites of Domestic cat (Felis domesticus) in the Sub district of Syiah Kuala, Banda Aceh)

Windian Tajuk Masmah Bengi, Erina Erina, Darniati Darniati

Abstract


ABSTRAK

            Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Pseudomonas aeruginosa pada kasus Ear mites kucing domestik di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Sampel yang digunakan berasal dari 10 ekor kucing domestik yang positif menderita Ear mites. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Cluster Random Sampling terhadap lima desa dari sepuluh desa yang terdapat di Kecamatan Syiah Kuala. Hasil swab liang telinga kucing dimasukan ke media Nutrient Broth (NB) dan diinkubasikan pada suhu 37C selama 24 jam, selanjutnya dilakukan penanaman pada media Tryptic Soy Agar (TSA) lalu diinkubasikan kembali pada suhu 37C selama 24 jam. Koloni bakteri yang tumbuh terpisah pada TSA dilakukan pengamatan ukuran, warna, elavasi dan pinggiran dari koloni. Pewarnaan Gram dilakukan untuk memastikan bakteri yang terdapat adalah kelompok Gram negatif. Terakhir dilakukan uji IMViC (Indol, Methyl Red, Voges Prokauer, Sulfid Indol Motility, Simmon’s Citrate Agar), uji biokimia Triple Sugar Iron Agar dan uji gula gula (Glukosa, Sukrosa, Maltosa, Laktosa, Manitol). Hasil penelitian ini di analisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan dari 10 sampel ternyata tidak ditemukan adanya infeksi sekunder oleh Pseudomonas aeruginosa pada kasus Ear mites. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pseudomonas aeruginosa bukan merupakan salah satu penyebab infeksi sekunder pada kasus Ear mites kucing domestik (Felis domesticus) di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

 

Kata kunci: kucing domestik, Ear mites, Pseudomonas aeruginosa, Banda Aceh

 

ABSTRACT

          This study aims to isolate and identify Pseudomonas aeruginosa in the case of Ear mites of domestic cats in the sub district of Syiah Kuala, Banda Aceh. The samples were used 10 domestic cats that are positive suffer from ear mites. The samples were carried out by using the method of cluster random sampling from five out of ten villages in the sub district of Syiah Kuala. The results of cat ear canal swab inserted into media of Nutrient Broth (NB) incubated at 37C for 24 hours. Next, using sterile osse the bacteria are modulated in the media of Tryptic Soy Agar (TSA) and incubated at of 37C for 24 hours. The morphology colony of bacteria that grew separated in the TSA was observed for size, colour, elevation and margin of those colonies. Gram staining procedure were done to make sure if the bacteria is belongs to Gram negative group. Finally, IMViC test (Indol, Methyl Red, Voges Proskauer, Sulfit Indol Motility, Simmon’s Citrate Agar), biochemical test Triple Sugar Iron Agar and sugars test (Glucose, Maltose, Sucrose, Lactose, Manitol) were conducted. The results of this study were analyzed descriptively. The examination shows none out of 10 samples were found Pseudomonas aeruginosa in the case of Ear mites. Therefore this can be concluded that Pseudomonas aeruginosa were not one of the reason that caused a secondary infection in the case of Ear mites of domestic cats (Felis domesticus) in sub district Syiah Kuala, Banda Aceh.  

 

Keywords: domestic cat, Ear mites, Pseudomonas aeruginosa, Banda Aceh

 

 


Full Text:

PDF

References


Anonimus. 2000. Prosedur Pemeriksaan Bakteri. Dinas Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Barr, F. 1990. Diagnostic Ultrasound in the Dog and Cat. Blackwell Sceintific Publication, London.

Bowman, D.D., C.M. Hendrix, D.S. Lindsay, dan S.C. Barr. 2002. Feline clinical parasitology. Iowa State University Press: A Blackwell Science Company. Lowa.

Carter, G.R. 1987. Essentials of Veterinary Bakteriology and Micology. 3rd ed. Lea and Febriger, Philadelphia.

Dhingra, P.L. 2008. Perbandingan Efektivitas Klinis Ofloksasin Topikal dengan Ofloksasin Kombinasi Steroid Topikal pada Otitis Eksterna Profunda di Makassar. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Frazier. A, dan N. Eckroate. 2008 . The Natural Cat: The Comprehensive Guide to Optimum Care. Penguin Group Ltd, London.

Hadioetomo, R.S. 1985. Mikobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

Jawetz, M. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi XX. EGC, Jakarta.

Kismiyati, S. Subekti, R.W.N. Yusuf, dan R. Kusdarwati. 2009. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Gram Negatif pada Luka Ikan Maskoki (Carassius aurutus) akibat Infestasi Ektoparasit Argulus sp. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(2) : 129-134.

Kustiningsih, H. 2001. Studi Kasus Otitits Akibat Otodectes Cynotis pada Kucing di Rumah Sakit Hewan Jakarta Sejak Januari 1999 Sampai Dengan Desember 2000. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Madigan M.T., J.K. Martinko, dan J. Parker. 2003. Book Biology of Microorganisms. 5th Edition. Pearson Education, United State of America.

Mariandayani, H. N. 2012. Keragaman kucing domestic (felis domesticus) berdasarkan morfogenetik. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 1(1) : 11-19.

Mayasari, E. 2005. Pseudomonas aeruginosa, Karakteristik, Infeksi dan Penanganan. Tesis. Dapartemen Mikrobiologi Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan.

Mukhopadhyay C., S. Basak, S. Gupta, K. Chawla dan I. Bairy. 2008. A comparative analysis of bacterial growth with earphone use. Journal Health Allied Scs. 7(2) : 1-4.

Murniati. 2015. Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Cacing Zoonotik pada Kucing Peliharaan di Kota Bogor. Tesis. Pascarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurfadilah. 2013. Uji Bioaktifitas antibakteri Ekstrak dan Fraksi Lamun dari Kepulauan Spermonde, Kota Makassar. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makssar.

Parija S.C. 2012. Microbiology and Immunology. 2nd Edition. Elesevier, India.

Rosenfeld, A.J. 2007 . Veterinary Medical Team Handbook. Blackwell Publishing Professional, Iowa.

Rosenfeld, R. M., M. Richard, L. Brown, C.R. Cannon, J. Rowena, Dolor, G. Theodore, Ganiats, H. Maureen, K. Phillip, M. S. Marcy, P. S. Roland, R. N. Shiffman, S. S. Stinnett, and D. L. Witsell. 2006. Clinical practice guideline: Acute otitis externa. Journal Otolaryngology Head and Neck Surgery. 134(4) : 4-23.

Saraswati, S.A., dan I.M.S. Darmasetiyawana. 2016. Identifikasi Bakteri pada Rumput Laut Euchema spinosum yang terserang penyakit Ice – ice di Perairan Pantai Kutuh. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 2 : 11-15.

Sulistiyaningsih. 2010. Uji Kepekaan Beberapa Sediaan Antiseptik Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Multi Resisten (PAMR). Tesis. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Suwed, M.A., dan R.M. Napitupulu. 2011. Panduan Lengkap Kucing. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wall, R dan D. Shearer. 2001. Veterinary Ectoparasites. 2nd Edition. Blackwell Science, United State of America.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i2.2712

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.