JUMLAH CEMARAN Escherichia coli PADA DAGING AYAM BROILER DI PASAR RUKOH, BANDA ACEH

Dwi Rosa Selfiana, Rastina Rastina, Ismail Ismail, Cut Nila Thasmi, Darniati Darniati, Muttaqien Muttaqien

Abstract


ABSTRAK

      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cemaran Escherichia coli pada daging ayam broiler di Pasar Rukoh, Banda Aceh. Sampel penelitian yang digunakan adalah 4 paha dan 4 punggung  daging ayam broiler. Pengambilan sampel dipilih secara acak pada empat pedagang Pasar Rukoh, Banda Aceh. Setiap pedagang diambil 2 sampel bagian daging ayam broiler sekitar punggung dan paha atas dan dimasukkan ke dalam plastik yang steril lalu masukkan ke dalam Cooler box. Metode pengujian yang dilakukan mengacu pada Bacteriological Analytic Manual dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2897-2008. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Nilai  cemaran Escherichia coli terendah 2,6 x 102 cfu/gr dan nilai  tertinggi cemaran yaitu 5,2 x 102 cfu/gr. Semua sampel daging ayam telah tercemar Escherichia coli, yang memperlihatkan perubahan koloni berwarna metalik kehijauan pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA). Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa jumlah cemaran Escherichia coli pada daging ayam broiler di Pasar Rukoh, Banda Aceh melebihi batas maksimum cemaran mikroba. Menurut SNI 01-7388-2009 bahwa batas maksimum cemaran mikroba (BMCM) Escherichia coli pada daging ayam segar adalah kurang dari 1 x 101 cfu/gr.

Kata kunci: Esherichia coli, daging ayam broiler, Pasar Rukoh.

 

                                             ABSTRACT

      This study aims to determine the level of Escherichia coli contamination in chicken meat sold in Rukoh traditional market, Banda Aceh. The samples were four thighs and four back parts of chicken meat. Sampling was collected randomly in four stores There were 2 samples taken from each store. Testing methods refers to the Bacteriological Analytical Manual and SNI 01-2897-2008. The data then analyzed descriptively. Escherichia coli contamination at the lowest value is 2.6 x 102 cfu / g and the highest contamination is 5.2 x 102 cfu / g. All samples of chicken meat has been contaminated with Escherichia coli, these results of contamination marked by the metallic green colonies on Eosin Methylen Blue Agar (EMBA). Thus, the author can conclude that the number of Escherichia coli contamination in chicken meat sold in Rukoh traditional market, Banda Aceh exceeds the maximum limit of microbial contamination. According SNI 01-7388-2009 that the maximum limit of Escherichia coli contamination (BMCM) allowed on fresh chicken meat is less than 1 x 101cfu / g.

Keywords: Esherichia coli, Chicken meat, Rukoh traditional market.


Full Text:

PDF

References


Abubakar. 2003. Mutu karkas ayam hasil pemotongan tradisional dan penerapan sistem hazard analysis critical control point. Jurnal Litbang Pertanian. 22 (1): 33-39.

Adiningsih, M.Y. 2009. Aspek mikrobiologis daging ayam beku yang dilalulintaskan melalui pelabuhan penyeberangan merak. Tesis. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Álvarez-Astorga, M., R, Capita. J.C. Alonso, B. Moreno ,M.C. García. 2002. Microbiological quality of retail chicken by-products in Spain. Meat Scienc. 62:45-50.

Bhunia, A. 2008. Foodborne Microbial Pathogens. Springer, New York.

[BPOM RI] Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. 9(2): 1-11.

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. 2010. Pedoman Teknis Program Penataan Kios Daging Unggas Di Pasar Tradisional. Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Jakarta.

Djaafar, T.F., S. Rahayu. 2007. Cemaran mikroba pada produk pertanian, penyakit yang ditimbulkan dan pencegahannya. Jurnal Litbang Pertanian. 26(2): 67-75.

Lindquist, J. 2004. Diferensial Media Eosin Methylen Blue Agar. 4 (2) :61-65 http://www.jlindquist.net/generalmicro/dfemb.html. Diakses tanggal 21 Januari 2017.

Maulitasari, S.S. 2014.Identifikasi cemaran stahpylococcus aureus pada daging ayam yang di jual di pasar tradisonal dan modern di sekitar kampus institute Pertanian bogor. Tesis. Fakultas Kedokteran Hewan Institut pertanian bogor, Bogor.

Ray, B. 2004. Fundamental Food Microbiology, Ed. ke-3. CRC Pr. Washington, DC.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2009. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan. SNI 01-7388-2009. Dewan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Soemari. 2001. Tingkat pencemaran Coliform dan escherichia coli pada Daging Sapi Yang Di Jual Di Beberapa Pasar Traditional di Wilayah Kotamadya Surabaya. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga, Surabaya.

Soeparno. 2009. Ilmu dan Teknologi Daging. Edisi Ke-5. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Suardana, I.W dan I.B, Swacita . 2009. Higiene Makanan. Udayana University Press, Bali.

Wuryaningsih, E. 2005. Kebijakan Pemerintah Dalam Pengamanan Pangan Asal Hewan. Prosiding Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan, Bogor, 14 September 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, hlm 9-13, Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i2.2708

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.