UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton sp. SECARA IN VITRO

Taufiza Edo

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat dari ekstrak etanol daun ketepeng Cina (Cassia alata) terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton sp. Rancangan penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Sampel dibagi dalam 5 kelompok, yaitu 3 perlakuan dan 2 kontrol, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan. Uji daya hambat dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Perlakuan menggunakan ekstrak daun ketepeng Cina dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75%. Kelompok konrol terdiri atas kelompok kontrol positif (kertas cakram berisi nistatin) dan kontrol negatif (kertas cakram berisi akuades steril). Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata) pada KP sebagai kontrol positif (nistatin) dapat menghambat aktivitas jamur Trichophyton sp. dengan luas zona hambat sebesar 27 mm. sedangkan KN (kontrol negatif), K1 (25%), K2 (50%) dan K3 (75%), setelah diinkubasi selama 3- 5 hari pada suhu ruangan tidak menunjukkan adanya zona hambat. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun ketepeng Cina (Cassia alata) tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton sp. secara in vitro.

Kata kunci: Daya Hambat, Cassia alata, Trichophyiton sp, Kirby Bauer, In Vitro

The aim of this research was to determine the inhibition effect of extract ethanol of ketepeng Cina leaves (Cassia alata) againt the growth of Trichophyton sp. This research was analyzed by descriptive. Samples were devided into 5 treatments, which were 3 treatmenst and 2 control, each treatment has 3 times repetition. Inhibition test was done by using Kirby Bauer method. Treatment’s groups were given ketepeng Cina extract by 25%, 50% dan 75% in concentration. Positive control was given nistatin while negative was aquadest. The result revealed that ethanol extract of ketepeng Cina leaves in KP positive control group (paper dist contain nistatin) were able to inhibit Trichophyton sp. Growth activity of inhibition area was 27 mm. KN (paper dist contain negative control) and treatment K1 (25%), K2 (50%) dan K3 (75%), after incubated for 3-5 days in room temperature did not show any inhibition zone. Therefore it can be concluded that extract ethanol of ketepeng Cina’s leaves could not inhibit the growth of Trichophyton sp. in vitro.

Keyword: Inhibition Effect, Cassia alata, Trichophyiton sp, Kirby Bauer, In Vitro


Full Text:

PDF

References


Campbell, C,K., johnson, E.M., Philpot, C.M., Warnock, D.W. 1996. Identification of Pathogenic Fungi. Public health laboratory service, london: 27-71.

Fardiaz D., N. Andarwulan, dan N.I Puspitasari. 1992. Teknis Analisis Sifat Kimia dan Fungsional Komponen Pangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB. Bogor

Hujjatusnaini, N. 2006. Uji Potensi Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Trichophyton sp. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka Raya

Kurniawan, D. 2015. Uji Akitifitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Candida albicans Secara In Vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Kusmadi., S. Kumala dan E.E Triana. 2007. Efek Imunolodulator Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata) terhadap Aktifitas dan Kapasitas Fagositosis Makrofag. diambil dari : http:// www.jurnal.ui.ac.id/upload/artikel/html. [akses pada tanggal 09 April 2015]

Madani, A. F. 2000. Infeksi Jamur Kulit. Jakarta: 73-74

Moschella. Hurley. 1994. Dermatology. edisi kedua. vol 1. Philadelphia: W.B. Saunders.

Nanik, F. 2006. Isolasi dan Uji Aktifitas Inhibitor Xantin Oxidase Senyawa Flavonoid Dari Kulit Batang Saccopetalum horsfleldii Benn. library@lib.unair.ac.ic

Octarya, Z., Dan R. Saputra. 2015. Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Jumlah Ekstrak dan Daya Antifungi Daun Ketepeng Cina (Cassia alata) terhadap Jamur Trychophyton sp. Jurnal Photon. Vol 5. No 2.

Pohan, K. A. 2007. Bahan Kuliah Mikologi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Putri, M. G. dkk. 2011. Perbandingan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata) dengan Ketokonazol 2 % dalam Menghambat Pertumbuhan Malassezia furfur pada Pityriasis Versicolor Secara In Vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang

Rahman, A.S., 2008. Buku Ajar Neonatologi. Edisi pertama. Jakarta: Badan Penebit IDAI. pp 147.

Rippon, J.W. 1988. Medical Mycology. Edisi 3. W.B. Saunders Co. Philadelphia, USA.

Soltys, M.A. 1963. Bacteria and Fungi Pathogenic to Man and Animals. Bailiere Tindal and Cox, london : 461-463

Sudarmadji, S., Haryono., B, Suhardi. Analisis untuk bahan makanan dan pertanian. Yogyakarta: Liberty; 1989.

Sukandar, E. 2006. Tinjauan Umum Nefropati Diabetik. Dalam: Nefrologi Klinik. Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNPAD.

Sulistyawati, D., dan S. Mulyati. 2009. Uji aktivitas infusa daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap Candida albicans. Biomedika.; 2(1): 47-51.

Sule, Q.U., Ahmed, O.A., Samah, Omar, M.N., 2010, Screening for Antibacterial Activity of Andrographis paniculata Used in Malaysian Folkloric Medicine: A Possible Alternative for the Treatment of Skin Infections. Malay. J. Med. Sci., Pubmed.

Syamsuhidayat. 1991. Inventarisasi Tanaman Obat Indonesia. edisi kedua. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Vancustem, J. dan F. Rochette. 1991. Mycoses in Domestic Animals. Beerse: Jansen Research Foundation. 155-172

Zhang, Y.S., H.Y. Yi, and H.F tang. 2006. Cutotoxic sulfated triterpene glycosides from the sea cucumber Pseudocolochirus violaceus. Chemistry & Biodiversity. 3(2):807-817.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER