POTENSI EKSTRAK METANOL BATANG SERNAI (Wedelia biflora ) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN METODE WRITHING ABDOMINAL

Agnes Faula Bonix

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak metanol batang sernai (Wedelia biflora) sebagai analgesik pada mencit (Mus musculus). Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing terdiri atas 5 ekor mencit. Kelompok P0 sebagai kontrol negatif diberi akuades, kelompok P1 sebagai kontrol positif diberi ibuprofen, sedangkan kelompok P2, P3, dan P4 diberikan ekstrak metanol batang sernai masing-masing dengan dosis 30, 45, dan 60 mg/kg bb. Induksi nyeri pada mencit menggunakan asam asetat 0,5%. Aktivitas analgesik dihitung setiap 5 menit sekali dalam 1 jam dengan menggunakan metode Writhing abdominal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak metanol batang sernai memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap penurunan jumlah geliat mencit. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa kelompok P1, P2, P3, dan P4 berbeda nyata (P<0,05) dengan P0. P1 dengan P2 tidak berbeda nyata (P>0,05), P1 berbeda nyata dengan P3 dan P4, P3 dengan P4 tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05). Dosis 45 dan 60 mg/kg bb berpotensi sebagai analgesik yang cenderung sama, dosis 30 mg/kg bb memiliki potensi analgesik yang sebanding dengan ibuprofen.

Kata kunci: Wedelia biflora, analgesik, ibuprofen.

The objective of this study was to examine the potential of methanol extract of sernai stalk (Wedelia biflora) as an analgesic in mice (Mus musculus). 25 mice were devided into 5 groups (P0, P1, P2, P3, P4) which consisted 5 mice per group. P0 and P1 were negative and positive control both given aquades and ibuprofen, while the others (P2, P3, P4) were methanol extract of sernai stalk by doses 30, 45, 60 mg/kg of weight. Acetic acid 0.5 % used as pain induction in mice. Analgesic activity was calculated every five minutes in one hour using abdominal writhing test. The results showed that the methanol extract of sernai stalk had a real effect (P<0,05) to decrease wriggling mice. In addition, Duncan test showed that group P1 , P2 , P3 , and P4 were also significantly different (P<0,05) to P0, while P1 and P2 were not. In other hand, P1 was significantly different to P3 and P4, but both P3 and P4 were not significantly different (P>0,05). Dose of 45 and 60 mg/kg was potential as an analgesic, and dose 30 mg/kg had as potential as ibuprofen.

Keyword: Wedelia biflora, analgesic, ibuprofen.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i1.2302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER