PERENDAMAN DAGING AYAM BROILER DENGAN INFUSA DAUN KARI (Murraya koenigii) TERHADAP AWAL PEMBUSUKAN

Tri Marsidah, Tri Marsidah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal pembusukan daging dada ayam broiler yang direndam dengan infusa daun kari (Murraya koenigii). Metode yang digunakan adalah metode infusa dan uji postma. Data hasil penelitian akan dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 32 sampel daging ayam broiler dengan berat 5 gram direndam pada infusa daun kari dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% pada selang waktu 0, 3, 6, dan 9 jam. Hasil uji pembusukan pada konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% pada selang waktu 0 jam dan 3 jam menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pada selang waktu 6 jam dan 9 jam dengan konsentrasi 0% dan 10% menunjukkan hasil positif mengalami awal pembusukan. Sedangkan pada konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan hasil negatif. Hasil pemeriksaan dari keseluruhan sampel pada penelitian ini disimpulkan bahwa awal terjadi pembusukan pada jam 0 dan 3 jam dengan konsentrasi 0% dan 10%. Sedangkan pada selang waktu 6 jam dan 9 jam dengan konsentrasi 20% dan 30% mampu bertahan dan tidak mengalami awal pembusukan.

Kata kunci: daging ayam broiler, daun kari, infusa, uji postma

The aimed of this study was to determine the beginning of decay of broiler meat immersed with curry leaves (Murraya koenigii) extract. The research used infusion and Postma test as method. Data were analyzed by descriptive. A total of 32 samples, weighing 5 grams infused with curry leaves of 0%, 10%, 20%, and 30% in concentration at intervals of 0, 3, 6, and 9 hours. The result showed that in concentration of 0%, 10%, 20%, and 30% with the interval of 0 and 3 hours revealed negative result. Furthermore, at the interval of 6 hours and 9 hours with a concentration of 0% and 10% showed positive results on early decay, meanwhile at the concentration of 20% and 30% were negative. The results of the examination of the overall samples in this study concluded that the initial of decomposition time occurs at 0 and 3 hours with a concentration of 0% and 10%. While at an interval of 6 hours and 9 hours with a concentration of 20% and 30% showed no sign of decaying.

Keywords: broiler meat, curry leaf, infusion, Postma test

 


Full Text:

PDF

References


Abustam, E. dan H.M. Ali. 2007. Bahan Ajar Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Choudhury, P. dan A.N. Garg. 2007. Variation in essential, trace, and toxic elemental contents in Murraya koenigii a spice and medicinal herb from different Indian states. Jurnal Food Chem.104: 1454-1463.

Das, A.K., V. Rajkumar, and D.K. Dwivedi. 2011. Antioxidant effect of curry leaf (Murraya koenigii) powder on quality of ground and cooked goat meat. Jurnal. International food research. (18): 563-569.

Dengen, P.M.R. 2015. Perbandingan Uji Pembusukan Menggunakan Metode Uji Postma, Uji Eber, Uji H2S dan Pengujian Mikroorganisme pada Daging Babi di Pasar Tradisional Sentral Makassar. Skripsi. Prodi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin.

Depkes. 2009. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Duclos, C., Berri, and E.L.B. Duval. 2007. Muscle growth and meat quality (Review). Jurnal. Appl. Poult. Res. 16: 107–112.

Ercolini, D., F. Russo, E. Torrieri, P. Masi, and F. Villani. 2006. Changes in the spoilage-related microbiota of beef during refrigerated storage under different packaging conditions. J. American Society for Microbiology. Italy. 72: 4663-4671.

Fachraniah, E. Kurniasih, dan T. Novilasi. 2012. Ekstraksi antioksidan dari daun kari. Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technology). 10: 21.

Hema, R., Kumaravel, dan K. Alagasundaram 2011. GC/MS determination of bioactive components of Murraya koenigii. Jurnal AmSci. 7: 80-83.

Khanum, F., K.R. Anilakumar, Sudarshana, Viswanathan, dan K. Santhanam. 2000. Anticarcinogenic effects of curry leaves in dimethylhydrazine-treated rats. Plant Food Hum Nutr. 55: 347–355.

Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging. Edisi Kelima. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Madigan, M.T., J.M. Martinko, dan J. Parker. 2004. Brock Biology of microorganisme. New York (US): Prentice-Hall.

Murugesh, K.S., V.C. Yeligar., B.C. Maiti, dan T.K. Maiti. 2005. Hepato protective and antioxidant role of Berberis tinctoria lesch leaves on paracetamol induces hepatic damage in rats. Iran JPham Ther. 41: 64-69.

Nychas, G.J.E., P.N. Skandamis, C.C. Tassou, and K.P. Koutsoumanis. 2008. Meatspoilage during distribution. J. Science Direct. Elsevier. 78:77-89.

Rastina. 2014. Efektifitas Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii) Terhadap Daya Awet Ikan Keumamah. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Risnajati, D. 2010. Pengaruh lama penyimpanan dalam lemari es terhadap pH, daya ikat air, dan susut masak karkas ayam broiler yang dikemas plastik polyethhylen. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 13: 6.

Siagian, A. 2002. Mikroba Patogen pada Makanan dan Sumber Pencemarannya. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Soeparno. 2009. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Wayan, S. 2004. Pemanfaatan Obat Penurun Panas oleh Masyarakat Angkah, Tabanan Bali, dalam Prosiding Seminar Nasional XXV Tumbuhan Obat Indonesia. Pokjanas, Tawangmangu.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i1.2290

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER