PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PEMAHAMAN KETERKAITAN GEJALA BERAHI DENGAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT

Nida Ulfa Dilla

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peternak sapi di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar memahami keterkaitan gejala berahi dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi. Responden penelitian ini adalah peternak sapi di Kecamatan Lengayang dan bersedia diwawancarai. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai peternak sapi menggunakan formulir dengan kuesioner terstruktur. Pengambilan data terdiri atas data sekunder dan primer. Data sekunder diambil dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pesisir Selatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk keseluruhan data, uji regresi linear berganda dan uji korelasi Spearman untuk variabel pendidikan formal, pendidikan non formal dan pengalaman dengan variabel pengetahuan tentang keberhasilan IB. Hasil penelitian didapatkan dari 100 responden yang terdiri atas Desa Lakitan Utara 15 responden, Lakitan Timur 16 responden, Kambang Timur 14 responden, Kambang Barat 35 responden, Kambang 9 responden dan Kambang Utara 11 responden. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak tentang pemahaman keterkaitan gejala berahi dengan keberhasilan IB pada sapi adalah sangat baik 2%, baik 33%, cukup baik 56% dan kurang baik 9%. 13,5% pengetahuan tentang berahi dan pengetahuan tentang keberhasilan IB dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan formal dan pendidikan non formal, pekerjaan, kedudukan dalam beternak, jumlah sapi, pengalaman beternak, sumber pengetahuan beternak dan cara pemeliharaan ternak.

Kata kunci: inseminasi buatan, gejala berahi, sapi.

This study aimed to find out the understanding of cattle farmer on Lengayang, Pesisir Selatan West Sumatera about the relation of symptoms of lust and the success rate of artificial insemination on cattle. The respondents of this study were the cattle farmer in Lengayang who agreed to be interviewed. Form of this study was field survey. The data were collected after interview the farmer using form of structural questioner. The data consist of secondary and primary data. Secondary data were obtained from Department of Animal Husbandry and Animal Health on Pesisir Selatan. Data analyzed using descriptive methods for all the data, multiple linear regression test and Spearman correlation test for the variable formal education, non-formal education and experience with knowledge of the variable success of artificial insemination. Results obtained from 100 respondents consisting of 15 respondents from Lakitan village, 16 respondents from East Lakitan, 14 from East Kambang, 35 from West Kambang, 9 respondents from Kambang and 11 respondents from North Kambang. Based on the research level farmers knowledge about understanding the symptoms lust relationship with the success of artificial insemination in cattle is 2% excellent, 33% good, 56% fairly good and less good 9%. 13,5 % knowledge of lust and knowledge about the success of artificial insemination is influenced by factors of age, formal education, non formal education, occupation, position in the breeding, amount of cow, breeding experience, source of knowledge and a way of cattle raising.

Key words: artificial insemination, symptoms of lust, cattle.


Keywords


Kata kunci: inseminasi buatan, gejala berahi, sapi.

Full Text:

PDF

References


Adrial. 2010. Potensi sapi pesisir dan upaya pengembangannya di Sumatera Barat. Jurnal Litbang Pertanian. 29(2):66-72.

Alim, S., L. Nurlina. 2007. Hubungan antara karaktersistik dengan persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan. Jurnal Ilmu Ternak. 7(2):165-169.

Chamdi, A.N. 2003. Kajian profil sosial ekoniomi usaha kambing di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobongan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Puslitbang Peternakan, Bogor.

Dinas Peternakan. 2008. Petunjuk Teknis Inseminasi Buatan Pada Sapi. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, Padang.

Delfina, Y. 2001. Faktor Penunjang Kegagalan Pelaksanaan IB di KPBS Pangalengan, Bandung (Periode Januari 1999 sampai Januari 2000). Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Feradis. 2010a. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Alfabeta, Bandung.

Feradis. 2010b. Reproduksi Ternak. Alfabeta, Bandung.

Hafizuddin., T.N. Siregar, M. Akmal, Husnurrizal, T. Armansyah. 2012. Perbandingan intensitas berahi sapi aceh yang disinkronisasi dengan Prostaglandin F2 Alfa dan berahi alami. Jurnal Kedokteran Hewan. 6(2):81-83.

Hastuti, D., S. Nurtini, R. Widiati. 2008. Kajian sosial ekonomi pelaksanaan inseminasi buatan sapi potong di Kabupaten Kebumen. Mediagro. 4(2):1-12.

Imsya, A. 2007. Penggunaan Prostaglandin F2α dalam pelaksanaan sinkronisasi estrus sapi pesisir selatan. Kongres Ilmu Pengetahuan Wilayah Indonesia Bagian Barat. E(19):1-4.

Koibur, J.F. 2005. Evaluasi tingkat keberhasilan pelaksanaan program inseminasi buatan pada sapi bali di Kabupaten Jayapura. Buletin Peternakan. 29(3):150-155.

Ma’sum, M., A.V.S. Hubeis, A. Saleh, B. Suharjo. 2012. Persepsi peternak tentang penerapan inseminasi buatan di tiga sentra sapi potong di Indonesia. Jurnal Penyuluhan. 8(1):55-65.

Mukson, T.E., M. Handayani dan D. W. Harjanti. 2009. Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja usaha ternak sapi perah rakyat di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Fakultas Peternakan, Universitas Dipenogoro, Semarang.

Sariubang, M., A. Ella., D. Pasambe dan S. Bahar. 2001. Pengaruh bangsa pejantan terhadap produktivitas pedet sapi potong hasil inseminasi buatan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Instalasi Penelititan dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Kupang.

Siregar, T. N. 2009. Profil hormon estrogen dan progesteron pada siklus berahi kambing lokal. Jurnal Kedokteran Hewan. 3(2):240-247.

Suhubdy. 2011. Potensi dan prospek ternak herbivora lokal nonsapi sebagai kimah nasional dalam menunjang ketahanan pangan hewani di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional “Prospek dan Potensi Sumberdaya Ternak Lokal dalam Menunjang Ketahanan Pangan Hewan”. Fakultas Peternakan, Universitas Mataram.

Sulin, I. 2008. Identifikasi performa produksi dan service periode sapi pesisir dan hasil persilangan inseminasi buatan di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Jurnal Embrio. 1(1):29-34.

Wahyudy. 2009. Pengaruh waktu inseminasi buatan (IB) terhadap angka kebuntingan ternak sapi pesisir di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang.

Wirdahayati, R. B., R. A. D. M. Ali dan A. Bamualim. 2006. Karakter Produktivitas Sapi Lokal Pesisir. Prosiding Peternakan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat.

Wirdahayati, R.B. dan A. Bamualim. 2007. Produktivitas ternak sapi lokal pesisir dan daya dukung lahan penggembalaan di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.

Wirdahayati, R.B. 2010. Kajian kelayakan dan adopsi inovasi teknologi sapi potong mendukung program PSDS: Kasus Jawa Timur dan Jawa Barat. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Bogor.

Yendraliza. 2014. Performans reproduksi sapi pesisir dan sapi bali di daerah inseminasi buatan Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Peternakan. 2(1):36-40.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER