ANGKA KONTAMINASI MIKROBA DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA TAHAP AKHIR PROSES PRODUKSI IKAN KAYU (KEUMAMAH) DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH

Roza Fitria, Roza Fitria

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kontaminasi mikroba dan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap produk  ikan kayu (keumamah) pada tahap akhir proses pengolahan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kajian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan dengan melibatkan sejumlah tiga produsen. Pada tiap-tiap produsen diambil sebanyak tiga sampel produk ikan kayu untuk diuji cemaran mikroba di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Selain itu terhadap produsen ikan kayu juga diwawancarai menggunakan kuisioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat cemaran mikroba yang terdapat pada produsen pertama  sebesar 1,2x106CFU/g  dan produsen kedua pada angka 9,7x105CFU/g. Hasil ini tergolong diatas nilai ambang SNI 7338:2009 (5,0x105CFU/g) dibandingkan dengan ikan kayu yang diproduksi oleh produsen ketiga (angka cemaran 6,7x104CFU/g). Dari hasil survey diketahui bahwa kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan cemaran mikroba tersebut dilakukannya penjemuran ikan kayu di tempat terbuka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 67 persen produk ikan kayu yang diproduksi di wilayah Kuta Alam memiliki angka kontaminasi mikroba diatas batas maksimun cemaran dan hal ini dapat disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak higienis.

This study was aimed to measure the rate of microbial contamination and risk factors at final process of wooden fish (keumamah) production in Kuta Alam Subdistrict of Banda Aceh. The study was performed using an approach of field survey. There were three producers involved in this study. A number of three sample were taken from each producer to be tested for microbe contamination. The test was conducted using a method of TPC (Total Plate Count) in the Laboratory of Veterinary Public Health of the Faculty of  Veterinary Medicine of Syiah Kuala University. Then, all of the producers were questioned with structured questioner. The result showed that the average rate of micobial contamination on the fish at the first producer  was at 1,2x106CFU/g  and the second producer  was at 9,7x105CFU/g. These results were classified as above SNI standard of 7338:2009 (5,0x105CFU/g). On the other hand, the rate of contamination on the fish produced by the third producer was lower than SNI standard (6,7x104CFU/g). Then, from the interview was found that most of the producers were drying their fish under open air.  Therefore, it can be concluded that a proportion of 67 percent of wooden fish produced in Kuta Alam were contaminated and, possibly, the result of drying them under open air.


Full Text:

PDF

References


APHA. 1992. Standar Methods for The Examination of Dairy product. 16th ed. Port City Press, Washington DC.

Faridz, R., Hafiluddin, dan M. Ansahari. 2007. Analisis jumlah bakteri dan keberadaan Escherichia coli pada pengolahan ikan teri nasi di PT. Kelola Mina Laut Unit. Sumenap. Jurnal Embryo. 4(2). 94-106.

Giyatmi., J. Basma, H. Wijaya, dan S. Fardiaz . 2000. Pengaruh jenis kapang dan lama fermentasi terhadap mutu ikan kayu cakalang. Buletin Teknologi dan Industri Pangan. 11(2):10-20.

Heruwati, E.S. 2002. Pengolahan ikan secara tradisional: prospek dan peluang pengembangan. Jurnal Litbang Pertanian. 21(3):92-99.

Jawetz, E., J.L. Melnick, E.A. Adelberg’s. 2001. Mikrobiologi kedokteran. Jilid I. Terjemahan dari medical mikrobiogy twenty second ed, oleh bagian mikrobiologi FK Universitas Air Langga. Salemba Medika, Jakarta.

Junianto. 2003. Teknik Penanganan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta.

Laluraa, L.F.H., H.J. Lohoo dan H. W. Mewengkang. 2014. Identifikasi bakteri Escherichia pada ikan selar (Selaroides sp.) bakar di beberapa resto di Kota Manado. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 2(1):5-8.

Maulana, M.I. 2010. Penggunaan energi bahan bakar untuk pengeringan ikan asin/keumamah. Mekanika. 8(2):178-182.

Sofianti, S. 2015. Pengaruh Lamanya Waktu Penyimpanan Terhadap Kadar Protein pada Produk Ikan Kayu di Lampulo, Banda Aceh. Skripsi. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sukadana, I.M. 2009. Senyawa Antibakteri Golongan Flavonoid dari Buah Belimbing Manis (Averrhoa Carambola Linn.L). Jurnal kimia. 3(2):109-116.

Trisnaini, I. 2012. Analisis bahaya kendali kritis proses pengolahan bola-bola daging di instalasi gizi rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 7(3):131-138.

Wibowo, H. 2006. Pengaruh penggunaan coolbox diatas kapal penangkap ikan terhadap mutu kesegaran ikan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Widiastuty, I. 2008. Analisis Mutu Ikan Tuna Selama Lepas Tangkap Perbedaan Preparasi dan Waktu Penyimpanan. Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Widiastuti, I.M. 2005. Bakteri patogen pada ikan pindang dalam kadar garam yang berbeda. Jurnal Ilmiah Santika. 2(3):279-287.

Widodo, P. dan A. Hendriadi. 2004. Perbandingan kinerja mesin pengering jagung tipe bak datar model segi empat dan silinder. Jurnal Enginnering Pertanian. 2(1):1-10.

Yunus, Y.A. 2002. Tinjauan Sanitasi Tempat Pengolahan Ikan Kayu (keumamah) di desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kodya Banda Aceh Tahun 2000. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan.




DOI: http://dx.doi.org/10.21157/jim%20vet..v1i1.2022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER