KUALITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH HASIL SEXING MENGGUNAKAN METODE ELEKTRIK DENGAN VOLTASE 1,5 VOLT DAN 3,0 VOLT DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR (Spermatozoa Quality of Aceh Cattle based on Sexing Using Electrical Method by Voltages 1,5 Volt and 3,0 Volt in Yolk Sac Citrate Media)

nadya septia nengsih, Dasrul Dasrul, Muslim Akmal, Zainuddin Zainuddin, Ginta Riady, M Nur Salim

Abstract


ABSTRAK

Salah satu bioteknologi reproduksi yang dapat dimanfaatkan sebagai pemisahan spermatozoa kromosom X dan Y adalah sexing spermatozoa menggunakan metode elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sexing menggunakan metode elektrik dengan voltase 1,5 volt dan 3,0 volt dalam media sitrat kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi aceh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola satu arah terdiri atas tiga  perlakuan dan dianalisis dengan analisis varian (ANAVA). Perlakuaan dalam penelitian ini adalah voltase yang terdiri dari kontrol (P0) 1,5 volt ( P1), dan 3,0 volt (P2). Parameter yang dilihat pada penelitian ini meliputi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukan terjadi penurunan kualitas spermatozoa setelah proses pemisahan menggunakan metode elektrik terdapat perbedaan secara nyata (P<0,05). Sexing spermatozoa  menggunakan metode elektrik yang dialiri arus listrik dengan voltase 3,0 volt terhadap kualitas spermatozoa sapi aceh lebih terjadi penurunan dibanding yang dialiri arus listrik dengan voltase 1,5 volt. Berdasarkan hasil tersebut dapat di simpulkan terdapat perbedaan kualitas soermatozoa sapi aceh hasil sexing menggunakan metode elektrik dengan voltase 1,5 volt dan 3,0 volt dalam media sitrat kuning telur.

Kata kunci: kualitas spermatozoa, sapi aceh, sexing metode elektrik

 

ABSTRACT

                One of the reproductive biotechnology that can be used as a separation of  X and Y chromosome spermatozoa is sexing spermatozoa using an electric method. The aim of this study was to determine the effect of sexing using electric method by voltages 1,5 volt and 3,0 volt in the yolk sac citrate media against spermatozoa quality of  aceh cattle. This study used a completely randomized design (CRD)  in one-way pattern consisting of three treatments and analyzed by analysis of variance (ANOVA). The treatment in this study was the voltages that consists of controls (P0) 1.5 volts (P1), and 3,0 volts (P2).The observed parameters include motility, viability, and abnormality of sperm. The results showed a decrease in the quality of spermatozoa after sexing uses the electric method there were significant differences (P <0.05). Sexing spermatozoa using an electric method that is electrified with a voltage of 3,0 volts against spermatozoa quality of aceh cattle has decreased more than  the electric current with a voltage of 1.5 volts. Based on the results it can be concluded there are differences inthe quality of spermatozoa sexing uses an electric method by a voltage of 1.5 volts and 3,0 volts in the yolk sac citrate media.

Keyword: spermatozoa quality, aceh cattle, sexing electric method

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afiati, F. (2004). Proporsi dan karakteristik spermatozoa X dan Y hasil separasi kolom albumin. Jurnal Media Peternakan, 27(1): 16-20.

Alawiyah, D. dan M. Hartono.(2006). Pengaruh penambahan vitamin E dalam bahan pengencer sitrat kuning telur terhadap kualitas semen beku kambing Boer. Jurnal Pengembangan PeternakanTropis, 3 (1): 8-14.

Azzahra, F.Y., Setiatin, R.T. dan Samsudewa, D. (2016). Evaluasi motilitas dan persentase hidup semen segarsapi PO Kebumen pejantan muda. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 11(2): 99-107.

Barth, A.D. dan Oko. (1989). Abnormal Morfology of Bovine Spermatozoa. State University Press, Iowa.

Bhalakiya, N., Haque, N., Patel, D., Chaudhari, A., Patel, G., Madhavatar, M., Patel, P., Hossain, S. and Kumar, R. (2018). Sperm sexing and its application in livestock sector. Int. J.Curr. Microbiol. App.Sci Special Issue, 7: 259-272

Dasrul.(2005). Peran senyawa oksigen reaktif dalam mekanisme kerusakan integritas membran spermatozoa kerbau lumpur hasil sentrifugasi gradient densitas percoll. Disertasi. Program Studi Ilmu Kedokteran Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Surabaya.

Dasrul., Yaman, M.A. dan Zulfan. (2013). Pemisahan spermatozoa berkromosom X dan Y kambing boer dan aplikasinya melalui inseminasi buatan untuk mendapatkanjenis kelamin anak harapan. Jurnal Agripet, 13(1): 6-15.

Hafez, E.S.E. (2004). X-andY-Choromosome-Bearing Spermatozoa Reproduction in Farm Animal, ed. Lea & Febiger. Philadelphia, USA. (pp): 440-446.

Kaiin, E.M., Gunawan, M., Octaviana, S. dan Nuswantara, S. (2017).Verifikasi molekuler metode sexingsperma sapi dengan kolom BSA (Bovine Serum Albumin). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 3(2): 241-245.

Lailiyah, F., Srianto, P., Saputro, A.L., Madyawati, S.P., Agustono, B. dan Prastiya, R.A. (2018).Efektifitas daya pisah electric separating sperm (ESS) terhadap spermatozoa kromosom X dan Y pada kambing sapera.Jurnal Medik Veteriner, 1(3): 93-98.

Pasaribu, E., Dasrul. dan Riady, G. (2014). Pengaruh pemisahan spermatozoa X dan Y dengan menggunakan metode swim up terhadap kualitas spermatozoa kambing peranakan ettawa (PE). Jurnal Medika Veterinaria, 8 (2): 102-107.

Prastiya, R.A., Saputro, A.L., Zainap, S.dan Hermadi, H.A. (2014). Perbandingan kualitas spermatozoa hasil pemisahan kromosom X dan Y antara metode kolom albumin dan metode electric separating sperm (ESS) pada domba ekor gemuk.Jurnal Veterinaria Medika, 7(3): 216-223.

Pubiandara, S., Suharyati, S.dan Hartono, M. (2016).Pengaruh penambahan dosis rafinosa dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap motilitas persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa sapi ongole.Jurnal Ilmiah Terpadu, 4(4): 292-299.

Purwoistri, R.F., Susilawati, T. dan Rahayu, S. (2013). Kualitas spermatozoa hasil sexingmenggunakan pengencer andromed dan cauda epididymal plasma-2(CEP-2) ditambah kuning Telur 10 %.Jurnal Kedokteran Hewan, 7(2): 116-119.

Rustidja. (2000). Prospek Pembekuan Sperma. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Malang.

Saputro, A.L., Hermadi, H.A.dan Sosiawati, S.M. (2016). Kualitas spermatozoa domba merino pada sisi anoda hasil pemisahan dengan teknik ESS (electricseparating sperm).Jurnal Veterina Medika, 9(3): 61-66.

Sariadi., Dasrul.dan Akmal, M. (2014). Rasio jenis kelamin kelahiran anak kambing peranakan ettawa (PE) hasil inseminasi buatanmenggunakan spermatozoa swin up.Jurnal Agripet, 14(2): 132-138.

Soehadi, K. dan Arsyad, K.M. (1983).Analisis Sperma. Airlangga University Press, Surabaya

Sunarti., Saili, T.dan Nafiu, L.O.D. (2016). Karakteristik spermatozoa sapi balisetelah sexingmenggunakan metode kolom albumin dengan lama waktu sexing yang berbeda. JITRO, 1(1): 65-76..

Susilawati, T. (2000). Analisis membran spermatozoa sapi hasil filtrasi sephadex dan sentrifugasi gradient densitas percoll pada proses seleksi jenis kelamin, Disertasi. Universitas Airlangga, Surabaya.

Susilawati,T., Hermanto, Srianto, P. dan Yulianti, E. (2002). Pemisahan spermatozoa X dan Y pada sapi brahmanmenggunakan gradien putih telur pada pengencer tris dan tris kuning telur. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati, 14 (2): 176-181.

Takdir, M., Ismaya.dan Bintara, S. (2017). Proporsi X dan Y viabilitas dan motilitas spermatozoa domba sesudah pemisahan dengan putih telur. Buletin Peternakan, 41 (1): 1-7.

Weaver, J.C. (1995). Electroporation Protocols for Microorganisms. Humana Press, Totowa.

WHO.(1999). Laboratory Manual for the Examination of Human Semen and Sperm-cervical Mucus Interaction.4th ed. Cambridge University Press, England.

Zulyazaini., Dasrul, Wahyuni, S., Akmal, M. dan Abdullah, M.A.N. (2016). Karakteristik semen dan komposisi kimia plasma seminalis sapi aceh yang dipelihara DIBD Saree Aceh Besar.Jurnal Agripet, 16(2): 121-130.




DOI: https://doi.org/10.21157/jim%20vet..v3i2.11202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.