Studi Histologis Usus Besar Sapi Aceh (Histological Study of Large Intestine of Aceh Cattle)

resti aulia putri, Dian Masyitha, zainuddin zainuddin, fitriani Fitriani, Nazaruddin Nazaruddin, Fadli A Gani, Ummu Balqis

Abstract


ABSTRAK

Sapi aceh merupakan rumpun sapi asli Indonesia yang mempunyai keseragaman bentuk, fisik, dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan, sehingga perlu dilindungi, dilestarikan, dan dikembangkan keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologis usus besar sapi aceh. Sampel penelitian diambil dari tiga ekor sapi aceh yang telah dewasa kelamin dan berjenis kelamin jantan yang dipotong di Rumah Potong Hewan Lambaro, Aceh Besar. Terhadap sampel penelitian dilakukan proses mikroteknik untuk selanjutnya dilakukan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Pengamatan terhadap struktur histologi menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan struktur histologi sekum, kolon, dan rektum sapi aceh tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Tunika mukosa sekum, kolon, dan rektum tersusun oleh epitel silindris selapis, sel Goblet, kelenjar Lieberkuhn, limfosit, jaringan ikat longgar, fibroblas, dan otot polos. Ketebalan mukosa sekum yaitu (419±12 µm), kolon (749±13 µm), dan rektum (1308±10 µm). Tunika submukosa terdiri dari jaringan ikat longgar, fibroblas, sel lemak, pembuluh darah dan nodus limfatikus dengan ketebalan sekum (943±13 µm), kolon (744±10 µm), dan rektum (2076±10 µm). Tunika muskularis tersusun oleh otot polos transversal dan longitudinal, plexus saraf mientericus, dan jaringan ikat, dengan ketebalan masing masing yaitu sekum (2579±19 µm), kolon (2380±16 µm), dan rektum (4748±19 µm). Tunika serosa merupakan lapisan paling luar dari usus besar yang terdiri dari sel lemak, pembuluh darah, dan jaringan ikat dengan ketebalan sekum (1621±13 µm), kolon (331±18 µm), dan rektum (1639±9 µm). Dapat disimpulkan, bahwa struktur histologi sekum, kolon, dan rektum sapi aceh memiliki lapisan yang sama, namun memiliki ketebalan yang berbeda pada tiap lapisan, ketebalan lapisan berhubungan dengan fungsi dan letak dari usus besar, dimana rektum memiliki ketebalan lapisan yang lebih tebal dibandingkan sekum, dan kolon.

Kata kunci : Histologi, usus besar, sapi aceh

ABSTRACT

               Aceh cattles were the pure bred Indonesian cattle that have uniformity in shape, physical and genetic composition and good adaptability to environmental limitations, so they need to be protected, preserved and developed. The aims of this research was to study the histological structure of the large intestine in aceh cattle. The samples were collected from three male aceh cattle in Lambaro abbatoir, Aceh Besar. The samples were processed by microtechnique and Hematoksilin-eosin dyning. Microscopic analysis was performed using binocular microscope. The results showed that the histological structure of cecum, colon, and rectum of the aceh cattle was composed of four layers, which were  tunica mucosa, submucosa, muscularis, and serosa. The mucosa of cecum, colon, and rectum is composed of ephitelium simple columnar cell, Goblet cell, Lieberkuhn gland, connective tissue, fibroblast, and smooth muscles. The mucosal thickness of cecum was (419± 12μm), colon (749±13 μm), and rectum (1308±10 μm). The submucosal tunica was composed of connective tissue, fibroblast, adipose cells, blood vecells, and lymph nodes. The submucosal thickness of cecum was  (943±13 μm), colon (744±10 μm), and  rectum (2076±10 μm). The muscularis tunica was composed of transversal and longitudinal smooth muscles, mientericus nerve plexus and connective tissue, the muscularis thickness of cecum was (2570±19 μm), colon (2380±16μm), and rectum (4748±19 μm). Tunica serous was composed of adipose cells, blood vecell, and connective tissue. The  serous thickness of cecum was (1621±13 μm), colon (331±18 μm), and rectum (1639±9 μm). It can be concluded that the histological structure of the cecum, colon, and rectum had the same layer, but different in thicknesses of each layer, the thickness of the intestinal layer is related to the function and location of the large intestine, which the rectum has the thicker layer than the cecum and colon.Keyword: Histology, large intestine, aceh cattle

Full Text:

PDF

References


Bacha, W.J. dan Bacha, L.M. 2000. Color Atlas Veterinary Histology. Edisi 2. Lippincott Wiliams dan Wilkins, USA.

Dellman, H.D. and Brown, E. 1992. Histologi Veteriner. (Diterjemahkan oleh R. Hantono). Edisi 3. UI Press, Jakarta.

Deplancke, B. and Gaskins, H.R. 2001. Microbial modulation of innate defense: goblet cells and the intestinal mucous layer. The American Journal of Clinical Nutrition, 73(6): 1131-1141.

Eroschenko, V.P. 2002. Atlas Histologi Difiore Dengan Korelasi Fungsional. (Diterjemahkan oleh Brahm U. Pendit). Edisi 11. EGC, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Eroschenko, V.P. 2015. Atlas Histologi Difiore Dengan Korelasi Fungsional. (Diterjemahkan oleh Brahm U. Pendit). Edisi 12. EGC, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Hall, J.B. 2009. Nutrition and Feeding of The Cow-Calf Herd: Digestive system of The Cow. Virginian Polytechnik Institute And State University, Petersburg.

Jacob, J., Pescatore, T. and Cantor, A. 2011. Avian digestive system. Lexington (US): Cooperative Extention Service, University of Kentucky.

Janqueire, L.C., Carneiro, J. and Kelly, R.O. 2005. Histologi Dasar. (Diterjemahkan oleh Jan Tambayong). Edisi 8. EGC, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Kadam, S.D., Bhosale, N.S. and Kapadnis, P.J. 2007. Study of histoarchitecture of large intestinum in goat. Indian Journal, 41(3): 196-199.

Kiernan, J.A. 1990. Histological and Histochemichal Method: Theory and Practise. Edisi 2. Pergamon Press, New York.

Marshall, W.S. and M.Grosell. 2005. Ion Transport, Osmoregulation, and Acidbase Balance in The Physiology Of Fishes. Taylor and Francis Group.

Ningsih, J.R. 2018. Ilmu Dasar Kedokteran Gigi. Muhammadiyah Press, Surakarta.

Nurhidayat., Nisa, C., Agungpriyono, S., Heru, S., Savitri, N., Supratikno., dan Koeswinarning, S. 2012. Atlas Neuroangiologi dan Organologi Kambing. IPB Press, Bogor.

Purbowati, E., Rianto, E., Dilaga, W.S., Lestari, C.M.S. dan Adiwinarti, R. 2014. Bobot dan panjang saluran pencernaan sapi jawa dan sapi peranakan ongole di brebes. Jurnal Peternakan Indonesia, 16(1): 15-17.

PERMENTAN. 2011. Surat Keputusan Kementrian Pertanian Nomor : 2907/Kpts/OT.140/6/2011 tentang Penetapan Rumpun Sapi Aceh.

Rasyid, A., Adinata, Y., Yunizar. dan Affandy, L. 2017. Karakteristik fenotip dan pengembangan sapi aceh di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Maduranch, 2(1): 3-4.

Rinidar. dan Isa, M. 2015. Pencernaan dan Absorbsi Makanan. Syiah Kuala University Press, Banda Aceh.

Singh, O., Roy, K.S., Sethi, R.S. and Kumar, A. 2012. Development of large intestine of buffalo. Indian Journal Of Animal, 82(10): 1200-1202.

Soeharsono. 2010. Fisiologi Ternak. Widya Padjadjaran, Bandung.

Sumbayak, E.M. 2015. Struktur fibroblas dan peranannya dalam penyembuhan luka. Jurnal kedokteran, 21(57): 18-20.

Supartini, N. dan Darmawan, H. 2012. Profil genetik dan peternakan sapi peranakan ongole sebaagi strategi dasar pengembangan desa pusat bibit ternak. Buana Sains, 14(1): 71-84.

Suwiti, N.K., Setaisih, N.L.E., Suatika, I.P., Piraksa, I.W. dan Susatri, N.N.W. 2010. Studi histologis usus besar sapi bali. Buletin Veteriner Udayana, 2(2): 101-103.

Usman, Y. 2013. Pemberian pakan serat sisa tanaman pertanian (jerami kacang tanah, jerami jagung, pucuk tebu) terhadap evolusi Ph, N-NH3 dan VFA di dalam rumen sapi. Agripet, 13(2): 53-58.

Wangko, S. dan Karundeng, R. 2014. Komponen sel jaringan ikat. Jurnal Biomedik, 6(3):1-7.

Wijayanti, N. 2017. Fisiologi Manusia dan Metabolisme Zat Gizi. Universitas Brawijaya Press, Malang.

Zainuddin., Masyitha, D., Fitriani, Sarayulis, Jalaluddin. M., Rahmi, E. dan Nasution, I. 2016. Gambaran histologi kelenjer intestinal pada duodenum ayam kampung, merpati, dan bebek. Jurnal Medika Veterineria, 10(1): 9-11.




DOI: https://doi.org/10.21157/jim%20vet..v3i2.10812

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.