Hubungan Jumlah Neutrofil dengan Umur Luka Memarpada Mencit (Musmusculus) Strain Balb-C

Syarifah Faihaa Faisal, Cut Gina Inggriyani, Vera Dewi Mulia

Abstract


ABSTRAK

Neutrofil merupakan salah satu sel leukosit yang berperan dalam respon inflamasi lini pertama saat terjadi kerusakan jaringan maupun infeksi.Luka memar merupakan ekstravasasi darah ke jaringan akibat dari trauma tumpul.Darah yang lepas ke jaringan memicu terjadinya respon inflamasi yang salah satu tandanya adalah munculnya neutrofil yang berfungsi memfagositosis sisa-sisa sel yang nekrosis.Tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah terdapat hubungan jumlah neutrofil dengan umur luka memar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilakukan pada bulan April 2016 sampai Desember 2016 di Laboratorium Klinik dan Laboratorium Hewan Coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala.Analisis yang dilakukan menggunakan uji Parametrik Regresi Kuadratik. Sampel penelitian ini berjumlah 24 ekor mencit Strain Balb-C yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol, Jam-1, Jam-3, Jam-8, Jam-24, Jam-72. Hasil dari penelitian ini didapatkan peningkatan jumlah neutrofil tertinggi pada kelompok jam-8 (68.75%) dan jumlah neutrofil terendah pada kelompok kontrol (24.75%), berdasarkan hasil uji analisis regresi kuadratik terdapat hubungan antara jumlah neutrofil dengan umur luka memar pada mencit (p=0,002). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah neutrofil dengan umur luka memar pada mencit.

 

Kata Kunci: Neutrofil, Umur Luka Memar

 

ABSTRACT

Neutrophil is one of leukocyte cell which is the first line agent that responsible in inflamation respond when tissue damages or infections occured. Bruise is blood extravatation to tissue because of blunt trauma. The blood that migrate to tissue trigger inflamation responds which the sign is neutrophil coming for phagocytising necrotic cells. The purpose of this research was to observe, was there any corelation between neutrophil amount with bruising time. This research was experimental research with completely randomized design that have been conducted from April 2016 until December 2016 at Clinic and Experimental Animals Laboratory of Syiah Kuala University Veterinary Faculty. The Analysis test was done by Quadratic Regression Parametrict Test. The sum of sample for this research was 24 Strain Balb-C mice that were devided by 6 groups, there were control group, 1st hour, 3thhour, 8thhour, 24thhour,72thhour group. The result found that the highest neutrophil amount was at 8th  group (68.75%) and the lowest neutrophil amount was at control group (24.75%), based on the result from quadratic regression test there wascorelation between neutrophil amount and bruising time in mice (p=0.002). The conclusion of  this research, there is significant corelation between neutrophil amount with bruising time in mice.

 

Keywords :Neutrophil,  Bruising Time


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Langlois N.E.I, Olds K, Ross C, Byard RW. Heme Oxygenase-1 and Heme Oxygenase-2 Expression in Bruises. Forensic Sci Med Pathol.2015;482–7

Amir A. Ilmu Kedokteran Forensik Edisi 2. 4th ed.Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran USU Medan. 2007. p.73-81

Afandi D. Visum et Repertum Perlukaan : Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka. Jurnal Kedokteran Indonesia. 2010;60(4):189

Bhayangkara RS. Makassar. Perlukaan 2010-2011 di Makassar. In Makassar: Bagian forensik medikolegal unhas; 2011.

Riset kesehatan dasar (RISKESDAS) 2013. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan RI tahun 2013. In: badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI tahun 2013. 2013.p.15.

Mocsai A. Diverse Novel Functions of Neutrophils in Immunity, Inflammation and Beyond. J Exp Med [Internet]. 2013;210(7):1283–99. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3698517&tool=pmcentrez&rendertype=abstract

Guyton A.C, Hall J.E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 11th ed. Jakarta: EGC. 2012; 451-456.

Annisa, Lawrence G.S, Arsyadi G.The Correlation between Monocytes Chenoatracttant Protein-1 ( MCP-1 )Rate and The Age of Bruises Wound in Mice ( Mus Musculus ).Universitas Hasanuddin Alamat Korespondensi : Annisa Fakultas K. 2011;1:1–12.

Takamiya M,. Kiyoshi S, Reiko K, Nori N, Yasuhiro A. Studies on mRNA Expression of Tissue-type Plasminogen Activatir in Bruises for Wound Age Estimation. J legal Med. 2007(119);21-26.

Barington K, Agger J.F.S, Nielsen S.S, Jorgersen K.D, Jensen H.E. Gross and Histopathological Evaluation of Human Inflicted bruises in Danish Slaughter Pigs. BMC Veterinary Research.2016(12);247.

Kumar V, Cotran R.S, Robbins S.L. Buku Ajar Patologi Volume 1. 7th ed. Jakarta: EGC.2013;80-83

Kumar V, Abbas A.K, Fausto N, Aster J.C. Pathologic Basis of Disease. 8th ed. China. Elsevier. 2010. 102-106 p.

Mocsai A, Walzog B, Lowell CA. Intracellular Signalling During Neutrophil Recruitment. Cardiovasc Res. 2015;107(3):373–85.

Pilling M.I, Vanezis P, Perret D, Johnson A. Visual Assesment of The Timing of Bruising by Forensic Expert.Elsevier. 2010(17);143-149.

Nathan, C. Neutrophils and immunity: challenges and opportunities. Nat. Rev. Immunol. 2016(6):173–182.

Herkutanto. Kualitas Visum et Repertum Perlukaan di Jakarta dan Faktor yang Mempengaruhinya. Majalah Kedokteran Indonesia. 2004;54 (9):355-60.

Afandi D, Mukhyarjon, Roy J. The Quality of Visum et Repertum of The Living Victims In Arifin Achmad General Hopital during January 2004-September 2007. Jurnal Ilmu Kedokteran. 2008;2(1):19-22.

Afandi D. Visum et Repertum pada Korban Hidup. Jurnal Ilmu Kedokteran. 2009;3(2):79-84.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.