Relasi Pernikahan Dini Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi pada Masyarakat Desa Blangtingkeum Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar

Nora Fitria, Alamsyah Taher

Abstract


ABSTRAK

          Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berusia 19 tahun kebawah baik itu laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini ingin mengetahui tentang faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini dan bagaimana relasi pernikahan dini terhadap keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dari Peter M. Blau, Konsep Blau mengenai pertukaran sosial terbatas kepada tingkah laku yang menghasilkan ganjaran atau imbalan. Teori pertukaran sosial yang tidak seimbang, bisa saja menimbulkan hal-hal seperti konflik dalam keluarga. Untuk pemilihan informan ditetapkan dengan cara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang di antaranya 3 responden pelaku pernikahan dini, orang tua (ibu dan bapak) pelaku pernikahan dini, bidan Desa Blangtingkeum, kepala desa dan  KUA Seulimum. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini di Desa Blangtingkeum Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar adalah faktor ekonomi, faktor keinginan sendiri dan faktor pergaulan bebas. Selain itu, pernikahan dini juga rentan menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga yang mengakibatkan kehidupan rumah tangga menjadi kurang harmonis.

 

Kata kunci: Relasi, Pernikahan Dini, Keharmonisan Rumah Tangga.


WEDDING RELATIONS TOWARDS HOUSEHOLD HARMONY (Study on Blangtingkeum Village of Seulimum Sub-district of Aceh Besar District)


ABSTRACT

 

 

               Early marriage is a marriage performed by couples aged 19 and under both men and women. This research wants to know about what factors cause the beginning and the future. This study uses social exchange theory from Peter M. Blau, Blau Concept, and socialization for behavior that produces rewards or rewards. Unbalanced social theory can lead to things like conflict within the family. For the selection of informants is determined by way of purposive sampling. Informants in this study led 8 respondents 3 respondents who made early marriage, mother and father, early marriage, village midwife Blangtingkeum, village head and KUA Seulimum. Researchers use qualitative descriptive approach, data collection techniques that is by way of work, interview and documentation. The results showed that: the initial cause factor in Blangtingkeum Village, Seulimum sub-district of Aceh Besar Regency was economic factor and free association factor. In addition, early marriage is also susceptible to fights within households that challenge household life to be less harmonious.

 

Keywords: Relation, Early Marriage, Household Harmony.

 



Keywords


relasi, pernikahan dini, keharmonisan rumah tangga

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia