Peran dan Wewenang Majelis Tuha Peut Dalam Membuat Kebijakan Partai Aceh (studi kasus dewan pimpinan Partai Aceh)

M Alfi Syahri, Ubai dullah

Abstract


ABSTRAK

Dewan Majelis Tuha Peut(dewan tertinggi dalam susuna struktur  Partai Aceh) ini memiliki peran yang sangat penting di PA (Partai Aceh) menurut AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) PA. Dalam perjalanannya sampai saat ini Tuha Peut cuma menyisahkan satu orang Ketua Tuha Peut yaitu Malek Mahmud Al Haytar, dimana dua anggota lainnya memilih keluar dari PA dan Ketua Partai mengatakan bahwah fungsi Tuha Peut hanya untuk pesijeuk (acara ceremonial atau ritual agama)saja, ini bertolak belakang dengan fungsi Tuha Peut yang tercantum dalam AD/ART PA. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui peran dan wewenang Tuha Peut yang ada saat ini di PA dan juga mengetahui bagaimana implementasi kebijakan yang telah di buat oleh majelis Tuha Peut yang di jalankan oleh pengurus atau anggota seketariat PA saat ini. Penelitianinimenggunakanmetode kualitatifdenganpendekatan deskriptifyang manaakanmenghasilkan databerupaucapan, tulisan dari beberapa narasumber yang berhasil peneliti temui untuk di wawancarai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tuha Peut Partai Aceh saat ini tidak lagi berjalan sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga Partai Aceh, dan juga disini adanya sifat egois diantara Pimpinan Partai Aceh sendiri, dimana dua orang Tuha Peut PA memilih keluar dari Partai untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur aceh lewat jalur independen. Sehingga saat ini PA hanya dijalankan oleh Ketua Partai seorang, dan apa yang dikatakan oleh Tuha Peut tidak lagi di implementasikan oleh para eksekutif yang ada di Partai saat ini.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tuha Peut di PA tidak lagi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga Partai Aceh, dimana dua orang Tuha Peut Keluar dari Partai. Dan semua hal yang strategis untuk partai langsung di putuskan oleh Ketua Partai tampa mendengar apa yang dikatakan atau Peunutoh Tuha Peut terlebih dahulu.

 

ROLES AND AUTHORITY OF PEEL'S PEOPLE IN MAKING ACEH PARTY POLICY (Case Study of Aceh Party Leadership Council)

 

ABSTRACT

The Council of Tuha Peut (the highest council in Aceh Party structure structure) has a very important role in PA (Partai Aceh) according to the AR / ART (Articles of Association and Bylaws) PA. Tuha Peut, one of the Chairman of Tuha Peut, Malek Mahmud Al Haytar, where the other two members chose to leave the PA and the Party Chairman said that Tuha Peut functions only for pesijeuk (ceremonial or religious ritual) only, back with the Tuha Peut function listed in AD / ART PA.The purpose of this research is to know the role and authority of Tuha Peut that exist at this time in PA and also to know how the implementation of policy which have been made by Tuha Peut assembly which run by board or member of PA seketariat at this time.This research uses qualitative method with descriptive approach which will produce data in the form of greeting, writing from some resource that the researcher succeed to meet for interviewed.The results of this study show that Tuha Peut Partai Aceh is no longer running according to the Aceh Party Household Rules, and also here the selfishness among the Aceh Party Leaders themselves, where two Tuha Peut PA chose to quit the Party to run for governor aceh through independent channels. So now PA is only run by a Party Chairman, and what Tuha Peut says is no longer implemented by existing executives in the Party today.The conclusion of this research is that Tuha Peut in PA no longer runs in accordance with the Aceh Party Household Decree, where two Tuha Peut are quit the Party. And all the strategic things for the party directly decided by the Party Leader tampa hear what is said or Peunutoh Tuha Peut first.


Keywords


Tuha Peut, Peunutoh, Kebijakan dan Partai Aceh

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia