Kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Keuchik Perempuan dalam Pengololaan Pemerintahan Gampong

Muhajir Muhajir, Radhi Darmansyah

Abstract


Abstrak

Kepemimpinan pelaksana tugas Keuchik (Kepala Desa) merupakan pengangkatan langsung yang dilakukan oleh Bupati Aceh Besar untuk menggantikan 28 dari 32 keuchik yang diberhentikan di Kecamatan Darul Imarah. Diantara 28 pelaksana tugas tersebut terdapat 10 orang perempuan yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin ditingkat Gampong (Desa). Pemerintahan Gampong yang dipimpin oleh kalangan perempuan menjadi hal yang sangat jarang ditemui di Kabupaten Aceh Besar, mengingat bahwa Aceh yang masih sangat kental dengan budaya patriarki sehingga menyebabkan kurangnya peluang bagi kaum perempuan untuk dijadikan sosok pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan pelaksana tugas keuchik perempuan dalam pengelolaan pemerintahan gampong di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar dan untuk mengetahui kendala pelaksana tugas keuchik perempuan dalam pengelolaan pemerintahan gampong di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan pelaksana tugas keuchik Perempuan kurang mendapatkan respon positif dari mayoritas masyarakat gampong. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya karakteristik kepemimpinan yang dibawa oleh pelaksana tugas keuchik Perempuan dan terkendala dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat gampong. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan pelaksana tugas keuchik perempuan dalam peneglolaan pemerintahan gampong masih terdapat pertentangan yang diakibatkan oleh pandangan skeptis masyarakat gampong terhadap kapabilitas kepemimpinan perempuan dan terkendala dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dikarenakan keterbatas dalam membagi waktu antara kewajibannya sebagai PNS Kantor Camat, plt keuchik gampong dan tanggung jawabnya sebagai Ibu rumah tangga. sehingga sedikit banyak menghambat perempuan dalam mewujudkan kepemimpinan yang ideal seperti yang diharapkan oleh pengikutnya.

Kata Kunci : Kepemimpinan Perempuan, Strategi Kepemimpinan, Pemerintah Aceh Besar

 

THE LEADERSHIP OF A WOMAN AS AN ACTING HEAD OF VILLAGES IN THE MANAGAMENT OF GAMPONG GOVERNMENT

(Case Study: Darul Imarah District, Aceh Besar Regency)

Abstract

The leadership of executing the task Keuchik (Village Head) is an appointment made directly by the Regent of Aceh Besar to replace 28 of 32 keuchik who were dismissed in the District of Darul Imarah. Among the 28 implementing the task, there are 10 women who are appointed to be leaders at the Gampong (Village). The government Gampong are headed by members of the female being very rarely found in the District of Aceh Besar, given that Aceh is still very thick with the culture of patriarchy that lead to a lack of opportunities for women to be a leader. This study aims to determine the leadership of executing the task of women as a head of the village in the management of the government of the village in The district of Darul Imarah and to know the constraints of implementing the task keuchik of women in managing government of the village in  the district of Darul Imarah. The methods used in this study using a qualitative approach to the types of descriptive research. The technique used is the informant selection technique of purposive sampling. Data collection tools used in the form of semi-structured interview and documentation study. The results of the study show the leadership of women as the head of the village get less positive response from the majority of the gampong. It is influenced by the lack of leadership characteristics brought by the Women and is constrained in providing services to the community of gampong. Conclusion of this research is the leadership of the incumbent Government in the management of women as head of village still contained a contradiction caused by the skeptical view of society towards leadership capabilities of a women and constrained in providing service to the community due to the limitation in splitting times between his duties as a CIVIL SERVANT, head of the villages and his responsibilities as a housewife. so it's a bit much hindered women in realizing the ideal leadership as expected by his followers.

Keywords : Woman Leadership, Leadership Strategies, Aceh Besar Government


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia