Perjudian di Arena Pacuan Kuda Tradisional Gayo

ihwan sadri, Saifuddin Bantasyam

Abstract


ABSTRAK

 

       Pacuan kuda  di Bener Meriah adalah suatu tradisi yang sudah berlangsung sejak lama yang melibatkan anak-anak sampai dengan orang dewasa dan selalu mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Namun fakta di lapangan menunjukan bahwa setiap kali perlombaan pacuan kuda, masyarakat ternyata melakukan kegiatan judi dalam berbagai bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang peran lembaga formal dan informal dalam menindak dan mencegah praktik judi tersebut dan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam perjudian di pacuan kuda Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, observasi, dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kontrol Sosial Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk mencegah perjudian sudah dilakukan seperti sosialisasi kepada masyarakat, mengajak setiap instansi bekerja sama dan memberi hukuman kepada pelaku perjudian berupa hukuman penjara, cambuk ataupun denda berupa emas. Kendala utama yang dihadapi lembaga formal dan informal adalah keterlibatan oknum-oknum tertentu yang melindunggi perjudian tersebut, kurangnya perhatian PEMDA dan kurangnya prasarana-sarana untuk menjalankan tugas, kesulitan petugas menemukan barang bukti, kurangnya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum, dan kurangnya kesadaran masyarakat tehadap hukum. Diharapkan pemerintah mampu menunjukkan bukti kinerja mereka ke arah yang positif guna mendapatkan kepercayaan dari rakyat, dan lebih memperhatikan masalah-masalah yang sering dihadapi beberapa instansi. Diharapkan kepada masyarakat untuk memunculkan kesadaran untuk tidak melakukan perjudian, menjaga norma dan adat istiadat.

Judul : 

INTEREST IN ARENA TRADITIONAL HORSE HORSE GUESTS(Case Study of Gambling Prevention at Racecourse in Bener Meriah Regency)

ABSTRACT

 

               The horse race in the Regency of Bener Meriah is a tradition that has been practicing for long years that involved children to the adult and gain massive attention from people. However, the fact show that everytime the horse race was on place, people which very in age committed gambling in  many forms. The purpose of the study is to gether what role of formal and informal institutions in coping with the unlawful practice and to indentify what obstacle they face in the horse race in Bener Meriah.This research uses qualitative descriptive approach, observation, and interview. The theory used in this research is Peter L. Berger's Social Control Theory. The results of this study indicate that efforts to prevent gambling have been done such as socialization to the community, invites each agency to cooperate and punish the perpetrators of gambling in the form of prison sentences, whips or gold fines. The main obstacles faced by formal and informal institutions are the involvement of certain individuals who protect the gambling, the lack of attention of the PEMDA and the lack of infrastructure for the tasks, the difficulty of finding evidence, the lack of public confidence in the law enforcers, and the lack of legal awareness of the community. It is expected that the government is able to show evidence of their performance in a positive direction in order to gain the trust of the people, and pay more attention to the problems faced by several agencies. It is hoped that the public will generate awareness not to commit gambling and to maintain norms and customs.

 



Keywords


Horse Racing, Gambling, Prevention

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia