Eksistensi Rapa'i Daboih Dalam Nilai-Nilai Budaya Lokal

Heru Yuliandi Miraza, Amsal Amri

Abstract


ABSTRAK

Rapa’i Daboih merupakan salah satu tari seni budaya yang memakai alat musik menyertai Rapa’i dan berada di Aceh Selatan. Geliat eksistensi dari Rapa’i Daboih di kalangan pemuda saat ini terasa pudar, hal ini dikarenakan kurangnya minat muda-mudi untuk terus meningkat dan melestarikan budaya lokal, terbentuklah Klub Rapa’i Daboih di Tapaktuan yaitu Klub Naga Selatan yang pada waktu itu para pemuka agama merasa risih akibat dengan munculnya budaya modern/asing. Sehingga alternatif mereka memunculkan kembali budaya lokal dan berpengaruh bagi nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui eksistensi Rapa’i Daboih di Tapaktuan khususnya Gampong Batu Itam dan Peranan Klub Naga Selatan dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal. Teori Fungsionalisme Struktural menganggap bahwa masyarakat sebuah kesatuan sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan dan saling menyatu untuk mencapai sebuah kesinambungan, Talcolt Parson yang dimulai dari empat fungsi penting, yaitu AGIL. Bahasan skema empat fungsi ini diperlukan semua sistem agar tetap bertahan fungsi tersebut Adaptation (Adaptasi), Goal Attainment (Pencapaian Tujuan), Integration (Integrasi), Latency (Latensi). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang didapatkan eksistensi Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam untuk pelestarian budaya lokal, perlunya Klub Rapa’i Daboih supaya ada re-generasi dan mampu mengatasi pengaruh dari budaya luar/asing yang dapat merusak tatanan budaya lokal dan peranan Klub Naga Selatan sebagai Klub yang meneruskan dan mewariskan perkembangan seni Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam, Tapaktuan serta pemuda berperan sebagai pewaris generasi dalam menjaga kelestarian Rapa’i Daboih. Jadi perkembangan eksistensi Rapa’i Daboih juga perlunya intesitas kegiatan-kegiatan seni supaya penampilan eksistensi Rapa’i Daboih terus berjalan serta para pemuda bisa meningkatkan kekompakkan untuk mempelajari dan melatih tentang seni budaya lokal.

 

ABSTRACT

 

Rapa’i Daboih is one of traditional dance which use Rapa’i traditional music instrument as the main instrument. The existence of Rapai Daboih in youth generation is slowly decreases. This problem occurs due to the lack of interest of youth generation to conserve and maintain their traditional culture. Because of this effort the Rapa’i Daboih group of  Tapaktuan which is called Naga Selatan Group was formed. Another reason which initiates the forming of Naga Selatan Group is the awareness of religionist toward the effect of modern culture which has been existed in the last few years. As alternative they keep maintaining their traditional culture. The aim of this research is to object the existence of Rapa’i Daboih in Tapaktuan especially Gampong Batu Itam and the function of Naga Selatan Group in maintaining the value of traditional culture. Structural Functionalism Theory said that public is the social association consists of one part to another part that related each other to reach the balance harmony. Talcott Parsons starts that theory from four basic functions which is called AGIL. The four important functions are needed to all the systems. These four basic functions are Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency.  The method of this research is by using the qualitative descriptive method. The data collection techniques which used are observation, interview and documentation. The result of this research is that the existence of  Rapa’i Daboih group in Gampong Batu Itam needs to be preserved so that the youth generation will against the effect of modern culture which potentially ruins the value of traditional culture and Naga Selatan group function will be the traditional group that bequeath towards the youth generation. The existence of  Rapa’i Daboih through art exhibitions need to be frequently showed up so that the Rapa’i Daboih will continue to show up to gain and attract the youth generation interest about the traditional art culture.


Keywords


Eksistensi; Rapa'i Daboih; Budaya Lokal; Existence; Rapa’i Daboih; Traditional Culture;

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia