Menghilangkan Efek Pull-up pada Citra Seismik Refleski PSTM Menggunakan Velocity Model pada Lapangan ‘MAR’, Blok Offshore North West Java

Heykal Hukama Farline, Muksin Umar, Muhammad Syukri

Abstract


Efek pul-up adalah kondisi geologi yang tidak aktual, dimana pull-up terlihat layaknya antiklin. Efek pull-up muncul akibat dari penjalaran gelombang seismik yang cepat melalui bodi build-up karbonat pada formasi karbonat (real geologi) Hal ini mengakibatkan nilai kecepatan menjadi lebih tinggi pada formasi di bawah bodi build-up, sehingga formasi yang tampak pada citra seismik terlihat terangkat layaknya antiklin. Citra seismik merupakan representasi dari akustik impedansi sehingga parameter kecepatan sangat menentukan tampilan pada citra seismik. Kondisi efek pull-up dapat menimbulkan misinterpretasi, sehingga perlu dihilangkan sampai diperoleh kondisi aktual geologi. Penelitian ini berada pada Blok ONWJ (Offshore North West Java) yang memiliki banyak formasi karbonat. Diantara formasi karbonat di Blok ONWJ adalah Parigi dan Preparigi. Formasi yang diteliti adalah formasi Main (yang memiliki litologi batupasir) di bawah formasi Preparigi. Penelitian ini dilaksanakan di PHE OWNJ  (Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java) Jakarta, Indonesia. Metode menghilangkan efek pull-up pada penelitian ini digunakan pemodelan kecepatan (velocity model) sehingga diperoleh kondisi kecepatan yang bersifat aktual. Velocity model yang diperoleh bersifat kuantitatif. Data yang tersedia pada pada velocity model selain adanya data seismik 3D PSTM (Pre-Stack Time Migration), juga didukung data sumur dan chekckshot. Setelah diperoleh model kecepatan dilakukan konversi seismik domain waktu ke kedalaman(TD-conversion) untuk penilaian kondisi geologi. Menggunakan metode layer cake telah berhasil menghilangkan efek pul-up berupa antiklin. Model kedalman mempunyai tingkat keakuratan yang cukup baik (error 1.26%).


Keywords


Efek Pull-Up; Velocity Model; konversi seismik waktu ke kedalaman; Geologi Aktual

Full Text:

PDF

References


Atmaja, I.S dan Sudarmaji. 2013. Koreksi Pull-up data Seismik dengan Menggunakan Pre Stack Depth Migration)

Baptiste, D and Boyer, S. 2015. True Depth in Complex Geological Settings. Rio de Jeneiro. 14th International Congress of the Brazilian Geophysical Society

Mingshui, S., et al. 2014. Combining diving-wave Tomography and Prestack Reflection Tomography for complex depth imaging –A case study from mountainous western China. Schlumberger. Vol. 33.issue 8. Page 868-878, DOI 10.1190

Jones, I F and Davison, I. 2014. Seismic Imaging In Around Salt Bodies. UK. SEG and AAPG

Bishop,M.G. 2000. Petroleum Systems Of The Northwest Java Province, Java And Offshore Southeast Sumatra, Indonesia. Open- File Report 99- 50R.USGS.

Cooke, D dan Muryanto, T. 1996. Depth Conversion of 3D Seismic Interpretation at B-Field Offshore Northwest Java-Indonesia. Arco Company. Indonesia

Olabode,O.P dan Enikanselu, P.A. 2008. Anlysis of SeismicTime-Depth Conversion Using Geostatistically-Derived Average Velocity over “Labod” Field, Niger Delta, Nigeria. Ozean Journal of Applied Sciences. ISSN 1943-2249

Chapra, S.C., 2012. Applied Numerical Methods with Matlab®. Ed. III. New York: McGraw-Hill Companies.

Carter, MD. 2000. Velocity As An Interpretation Tool. Energy analysis. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.